Metta Andriani, Peraih nilai UN tertinggi di Tulungagung terpaksa jadi buruh toko pakan burung

Monday, 3 June 2013, 9:32 | SOSOK | 37 Komentar | 4387 Views
by admin

Kemiskinan tak selalu identik dengan kebodohan. Setidaknya hal itu dibuktikan Metta Andriani, siswi Kelas XII SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung, yang lulus ujian nasional (UN) dengan nilai tertinggi di kabupaten tersebut. Namun jerat kemiskinan memaksanya tak bisa kuliah, sehingga kini dia bekerja sebagai buruh di sebuah toko pakan burung di Desa Ngujang, Kedungwaru. Artikel ini semoga dapat menggugah rasa kemanusiaan kita bersama.

metta andriani

Ayah Metta, Santosa, hanyalah seorang tukang batu. Sedangkan ibunya, Emi Supangatin, menjadi tukang jahit dari perusahaan konveksi. Sambil menunggu pengumuman hasil UN, dia memutuskan bekerja sebagai buruh toko pakan burung milik Parlan, juga di Desa Ngujang, atau sekitar 1 km dari rumahnya.

Setiap hari, sekitar pukul 13.30, Metta langsung menuju ke toko. Tugasnya melayani pembeli dan pelanggan majikannya. Menimbang millet dan canary seed, atau menakar jangkrik, ulat hongkong, dan ulat kandang, serta melayani pembeli sangkar dan aksesoris kandang lainnya.

Metta, gadis kelahiran Desa Ngujang, 2 Maret 1995, harus tetap berada di toko hingga pukul 21.00. Setiap bulan, dia memperoleh upah sebesar Rp 400.000, untuk membantu kedua orangtua. Apalagi sudah tidak ada aktivitas sekolah lagi, kecuali menunggu pengumuman UN.

Dan, ketika pengumuman hasil UN, Jumat (24/5) lalu, Metta senang sekali bisa lulus. Bahkan nilainya 56,45, atau tertinggi di antara seluruh siswa SMA Jurusan IPA di Tulungagung. Semua nilainya bagus, terutama matematika.

“Saya ingin jadi guru matematika,” kata Metta. Itu sebabnya, dia ingin meneruskan kuliah di Ilmu Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Malang.

Karena tak lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang diumumkan Senin (27/5) lalu, dia tidak mungkin meneruskan niatnya. Sebenarnya lulusan yang tak lolos SNMPTN masih bisa mengikuti SBMPTN, tetapi Metta mengurungkan niatnya karena khawatir orangtua tidak mampu membiayai kuliahnya.

Maka, meneruskan bekerja di toko pakan burung menjadi kenyataan yang harus dijalaninya. Ketika teman-temannya kini sibuk belajar menghadapi SBMPTN, dia harus menghafal harga kroto, sangkar burung, jangkrik, dan aneka keperluan lain untuk burung piaraan.

Dia akan terus menjadi buruh di toko pakan burung, setidaknya selama setahun sambil menabung, agar uangnya bisa untuk meneruskan kuliah tahun depan. Saat ini ia tak mungkin mewujudkan awal impiannya menjadi guru matematika, karena dia masih punya adik yang juga butuh biaya sekolah.

Tambahkan Komentar :

37 responses to "Metta Andriani, Peraih nilai UN tertinggi di Tulungagung terpaksa jadi buruh toko pakan burung"

  1. Anita Gustina says:

    kayaknya sehari 20rb deh -_- 1 bulan? itung sendiri. konfirmasi aja beginian ke sekolah.

  2. Medyantari Agung says:

    di mana tinggalnya ya… boleh tau?

  3. PrasItu Pai says:

    salut mba ,,, andaikan saya sukses! pasti dah saya ajak kerja sekarang ,, tapi sayangnya saya juga masih proses ,, semnagat mba.

  4. Maulana Aqil says:

    Sebenarnya ada jalur SBMPTN dg bidik misi.
    semoga sukses kedepannya nanti mbk.

  5. sabar, jalani proses dulu, yg penting jgn main amazon dulu.

  6. Ini ada solusi: Beasiswa untuk anak putus sekolah, anak tidak mampu kuliah dan yang berhenti kuliah karena faktor ekonomi. Suruh coba daftar sapa tau lolos:)

    disini ya: http://salingpeduli.com.

  7. Maspenceng Fadlly Gangmanja says:

    selalu semangat ,,,,, jalani hidup do the best ,, Tuhan akan berikan yang terbaik ,, YAKIN.

  8. Satria Utama says:

    Bidik misi solusinya

  9. Bu Narsih says:

    wah, sayang skl, siapa ya yg kenal dg mbak Metta ini, tolong ditanyakan apa gak daftar beasiswa bidikmisi? dg bidikmisi smuanya gratis sampe sarjana malah tiap bln dpt biaya hidup sikitar 600rb.Trus seandainya tdk daftar bidikmisi, mulai thn ini smua PTN diberlakukan uang kuliah tunggal(UKT) shg awal masuk tdk ada lg uang gedung, cukup bayar spp tiap sem yg diklompokn mulai paling rendah 500rb-5jt, bahkan Kedoktern Unair sampe 25jt per sem, tiap PTN tdk sama&disesuaikn dg penghasilan ortu.Jd klo mmg ortu gak mampu sangat mungkin per sem cuma 500rb itu, lumayan ringan kan? Sy sbg guru amat tersentuh krn murid2sy (smkn3 boy) jg banyak yg spt itu&sy siap bantu untuk mendaftarkan sama2 murid sy. smoga mbak Meta tetap semangat meraih mimpi2nya dan smoga tercapai. Aamiin…
    2 hours ago · Like.

  10. tetap semangat ya metta.. salut sama kamu, Fighting :)

  11. Adyk Adykku says:

    tetep semngat bya meta,,,

  12. Davit Saputra says:

    tetap semangat dan jangan pernah lelah untuk berusaha agar bisa meneruskan kuliah.

  13. Setyo Angga says:

    Membaca berita menjadi malu pada diri sendiri.
    Semangat Metta, smoga dari kisahmu ini semakin banyak yang termotivasi.
    Teruslah berjuang,…

  14. Edi Hartono says:

    semoga keberuntungan berpihak kepada Meta, pasti ada tangan-tangan yang berbuat baik untuk membantumu menuju kesuksesan…., GBU.

  15. Tukiyar Srd says:

    jadi juragan pakan burung juga bagus kok……belajar bisnis di situ……..ndak perlu mikir modal…..ilmu bisninsnya diserap sebanyak mungkin…dan terapkan..

  16. Ibnu Sabil says:

    hidup tak sebatas kuliah.
    jalani hidupmu dg lakukan yg terbaik.
    listen your heart,

  17. Jubah Moden says:

    Memember saya bagi link blog nie … diorg kata .. untuk topic nie …

    blog nie the best .. memang the best .. tahniah
    kepada pemilik blog…

Leave a reply